Aceh Islamic Tourism

PATA Buka Kantor di Banda Aceh

   News & Event   


pataUntuk mendukung promosi pariwisata di Aceh, Pacific Asia Travel Association (PATA) akan membuka kantor regional di Banda Aceh. PATA Indonesia Chapter Regional Aceh, diresmikan bersamaan dengan peluncuran Banda Aceh sebagai Pusat Pariwisata Islami Dunia di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (31/3) lalu.

PATA merupakan organisasi traveller yang berdiri sejak 1951 dan berkantor pusat di Bangkok. Organisasi ini memiliki anggota 1.110 pelaku industri pariwisata dari 42 negara. PATA Regional Chapter Aceh dipimpin Rahmat Musfikar, putra Aceh yang baru saja menyelesaikan program pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) Jakarta.

“Kami akan mengusahakan sekuat tenaga melakukan promosi pariwisata Aceh. Ini adalah komitmen kami sejak awal,” kata Rahmat Musfikar kepada Serambi, Jumat (3/4) kemarin.

Ia menambahkan, kerja promosi bukan hanya terbatas pariwisata Islami, melainkan juga seluruh potensi pariwisata di Aceh. “Kita akan melakukan kerja promosi ini menggunakan jaringan PATA internasional,” katanya.

Saat ini PATA Regional Chapter Aceh sudah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Banda Aceh meliputi mengembalikan sejarah kejayaan Islam dengan membangun wisata spiritual, menjadikan Banda Aceh sebagai miniatur Kota Mekkah di Indonesia, dan menjadikan Banda Aceh sebagai pusat studi Islam kawasan Asia Pasific.

Anggota Komisi X DPR RI, T Taufiqulhadi menyebutkan Aceh membutuhkan poromosi yang masif mengembangkan industri pariwisatanya.

“Aceh punya potensi besar bidang pariwisata. Salah satunya pariwisata Islami. Aceh adalah gerbang masuknya Islam di Nusantara. Secara kebudayaan, Aceh sangat Islami. Saya kira inilah saat yang tepat mempromosikan wisata Islami Aceh,” kata Taufiqulhadi, politisi Nasdem kelahiran Sigli, Aceh yang terpilih dari Dapil IV, Jawa Timur.

Ia mengatakan peristiwa seni budaya islami Aceh selama ini belum berhasil dipromosikan dengan baik karena terbatasnya anggaran. “Tapi sekarang Pemerintah Pusat sudah menyiapkan anggaran promosi yang besar, semoga akan segera memperlihatkan hasilnya,” sebut Taufiqulhadi.

Ia optimis Aceh menjadi destinasi wisata Islami terpenting di Indonesia, karena merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memberlakukan syariat Islam.(serambinews.com)

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *