Aceh Islamic Tourism

Aceh Bangun Masjid Berlapis Giok

   News & Event   


masjid-giok_20150322_054316SUKA MAKMUE – Kabupaten Nagan Raya, Aceh, bakal memiliki masjid berlapis batu giok pertama. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya sudah memulai pembangunan Masjid Agung Baitul A’la itu.

Bukan mustahil masjid tersebut disebut dengan masjid giok. Pasalnya, seluruh bangunan masjid hingga kubahnya dilapisi batu giok. Material batu giok diambil dari hutan di Kecamatan Beutong, Nagan Raya.

Pemkab Nagan Raya telah menyiapkan lahan 15 hektare untuk mengolah bongkahan giok jenis nefrite menjadi 37 ribu keping batu berkukuran 60 x 60 sentimeter yang ditangani oleh investor asal Jakarta.

“Insya Allah paling lambat awal April 2015 seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk pengambilan batu giok beserta seluruh peralatan pengolahannya sudah tiba di lokasi pengolahan di Beutong,” ujar Kepala Bappeda Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, kepada Serambi di Suka Makmue, Kamis (19/3/2015).

TR Keumangan memastikan batu giok berasal dari hutan Beutong yang sama sekali bukan areal hutan lindung atau areal yang dilarang negara. Areal hutan tersebut diperbolehkan untuk eksplorasi dan eksploitasi.

Luas lahan untuk eksploitasi batu alam itu sekira 5 hektare dan telah disurvei bersama pihak terkait untuk mencari batu alam yang akan dijadikan bahan baku lapisan dinding dan bangunan masjid agung tersebut.Bahkan 10 hektare lahan juga disiapkan sebagai lokasi pengolahan batu giok untuk dijadikan workshop/pabrik pengolahan batu alam ini.
Ia menjelaskan, pembangunan Masjid Agung Nagan Raya dari batu giok dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada Allah. Karena Kabupaten Nagan Raya memiliki deposit batu alam bernilai jual tinggi dan kualitasnya konon terbaik di dunia.

Untuk mewujudkan rumah ibadah yang mewah itu, kata TR Keumangan, Pemkab Nagan Raya telah menyiapkan anggaran Rp 30 miliar dari APBK Tahun 2015. Total anggaran untuk rumah ibadah ini mencapai Rp 150 miliar.

Sedangkan alokasi anggaran yang sudah dihabiskan untuk membangun masjid tersebut sejak beberapa tahun lalu mencapai Rp 15 miliar. Seluruhnya berasal dari APBK Nagan Raya.

“Masjid ini insya Allah akan tuntas dibangun dalam tahun 2015. Nantinya baru dilapisi batu giok mulai dari lantai, dinding, hingga ke atap dan kubah masjid,” tambah TR Keumangan.

Luas bangunan Masjid Agung Baitul A’la Kabupaten Nagan Raya yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue itu memiliki panjang sekitar 75 meter dan lebar 50 meter.

Saat ini proses pembangunan masjid itu terus berlangsung dan telah menyiapkan banguna pondasi, serta memiliki basement (ruang bawah tanah) untuk berbagai keperluan, termasuk areal parkir kendaraan bermotor.

Bupati Nagan Raya Zulkarnaini mengatakan, pembangunan masjid agung menggunakan batu giok itu diharapkan akan menjadi ikon daerah, sekaligus melahirkan rumah ibadah pertama di Indonesia atau di dunia yang terbuat dari batu giok.(serambi indonesia)

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *