Rumah Khas Aceh

February 22nd, 2009


(figure 1)

Di sekitar jalan Sultan Mahmud Syah terdapat beberapa objek bersejarah yang sangat menarik dikunjungi. Adapun objek tersebut adalah Museum Negeri Aceh, Rumoh (Aceh figure 1), Lonceng Cakra Donya, KOmpleks Makam Meuh, Makam Sultan Iskandar Muda, dan Pendopo Gubernur.

Pemerintah Belanda pada tahun 1914 membangun Rumoh Atjeh (Rumah Aceh). Adapun fungsi rumoh Atjeh tersebut adalah tempat pameran barang-barang yang berasal dari Ace dalam Pameran Kolonial (de-koniale tenstoonsteling). Pameran ini dilaksanakan di Semarang Jawa Tengah pada tanggal 13 Agustus sampai dengan 15 Agustus 1915. Setelah selesai pameran, bangunan ini dibongkar dan dibawa kembali ke Kutaraja. Selanjutnya rumah tersebut dibangun sesuai dengan bentuknya semula dan dijadikan Museum Aceh yang ditempatkan di samping lapangan eksplanade kutaraja. Oleh karena itu, ada juga yang menyebut museum ini dengan nama Rumoh Aceh. Museum Aceh itu sendiri pemakaiaannya diresmikan pada tanggal 31 Juli 1915.

Read the rest of this entry »

Mengenal Aceh Lebih Dekat

February 20th, 2009

Nanggroe Aceh Darusalam (Aceh) merupakan salah satu daerah di Nusantara yang masyarakatnya bersifat multietnis. Di daerah ini terdapat 8 sub etnis yaitu Aceh, Alas,Aneuk jame, Gayo, Kluet, Simeulu, Singkil, dan Tamiang. Kedelapan sub etnis tersebut mempunyai sejarah asal usul dan budaya yang sangat berbeda antar satu sub etnis dengan sub etnis lainnya.Sehinga,pada akhirnya budaya yang ada di Aceh sangat kaya. Misalnya menurut sejarahnya,sub etnis Aneuk Jame merupakan pendatang yang berasal Sumatera Barat (etnis Minangkabau), Sehingga budaya sub etnis Aneuk Jame mempunyai kemiripan dengan budaya etnis minangkabau.

Aceh yang berdiri pada 7 Desember 1956 dengan dasar hukum UU 24/1956, beribukota di Banda Aceh. Provinsi ini memiliki Luas wilayah 57.365,57 km? (2,88% luas Indonesia) di posisi 2° – 6° Lintang Utara dan 95° – 98° Bujur Timur, yang terdiri atas kawasan hutan lindung 26.440,81 Km?, kawasan hutan budidaya 30.924,76 Km? dan ekosistem Gunung Leuser seluas 17.900 Km?, dengan puncak tertinggi pada 4.446 m diatas permukaan laut. Perbatasan sebelah utara dengan Laut Andaman, sebelah timur dengan Selat Melaka, sebelah selatan dengan Provinsi Sumatera Utara, sebelah barat dengan Samudra Hindia. Daerah Melingkupi : 119 Pulau, 35 Gunung, 73 Sungai. Banyaknya Dati II : 21 Kabupaten. Banyaknya Kecamatan : 228, Mukim : 642, Kelurahan : 111 dan Desa : 5947.

Banda Aceh adalah bandar terbesar yang dimiliki selain Sabang, Lhokseumawe dan Langsa. Wilayah hutan terdiri dari Hutan Tetap (3.282.000 ha), Hutan Produksi (188.000 ha), serta Hutan Lindung (26.440,81). Flora dan Fauna yang menjadi identitas daerah diantaranya, Flora: Bungong Jeumpa (michelia champaca), Fauna: Cicimpala Kuning (Copsychus Pyrropygus).

Penduduk Aceh yang berjumlah 3.415.393 jiwa (sensus 1990) diisi dengan masyarakat multietnis: Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Simeulue, Kluet, Aneuk Jamee, dan Singkil. Penduduk Aceh juga sering disebutkan merupakan keturunan berbagai kaum dan bangsa. Seperti halnya kata ACEH sering diidentikkan dengan kepanjangan dari ARAB, CINA, EROPAH, HINDIA. Memang secara fisik menunjukkan ciri-ciri orang Arab, India, Eropah dan Cina. Dikatakan orang-orang Aceh masuk dari Semenanjung Malaysia, Cham, Cochim China dan Kamboja. Keturunan Eropah dapat dijumpai di Aceh Jaya, beragama islam yang merupakan keturunan Portugis. Suku Alas di Aceh Tenggara. Suku Tamiang di Aceh Tamiang. Suku Gayo di Aceh Tengah, sebahagian di Aceh Timur, Bener Meriah dan Gayo Lues. Suku Aneuk Jamee di Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya serta Kluet di Aceh Selatan dan orang Simeulue di Pulau Simeulu.

Read the rest of this entry »

Masjid Raya Baiturahman – Banda Aceh

February 19th, 2009

This is one of the most beautiful masjid in the world, Masjid Raya Baiturahman, located in Banda Aceh – Indonesia.