
Mi asal serambi Mekah ini dijamin bikin kenyang dan mandi keringat. Bukan hanya porsinya yang besar tetapi racikan bumbu yang penuh rempah bakal memperlancar aliran darah. Disuap dengan acar timun, wah makin enak saja rasanya!
Bosan makan nasi siang ini? Bagaimana jika Anda mencoba mi Aceh. Kalau suka yang pedas dan penuh sensasi rasa, mi Aceh pasti memuaskan selera. Warung makan dan restoran yang menjual mi Aceh ini lumayan banyak di Jakarta dan harganya juga tidak mahal.
Tampilan mi Aceh ini merah kecokelatan dan sangat menggoda. Apalagi jika sudah menghirup aroma rempah dan cabai yang wangi merangsang. Mi yang dipakai adalah jenis mi basah hokkian, yang tebal kenyal seperti lidi. Mi ini dipadu dengan bumbu yang komplet.
Soal isiannya bisa dipilih sesuai selera, kalau suka seafood bisa memilih kepiting, atau ayam dan daging. Minya juga bisa dipilih dengan kuah alias mi rebus dan mi goreng. Mi rebusnya berkuah kental kemerahan dengan isian daging kepiting, ayam atau daging sapi sesuai pilihan.
Jangan kaget kalau porsi mi yang disajikan lumayan besar. Apalagi mi kepiting yang bakal disajikan komplet dengan capit dan cangkangnya. Untuk menyantap mi ini biasanya disediakan emping goreng plus acar timun, bawang merah dan cabai rawit hijau segar. Bersiaplah mandi keringat karena tonjokan rempah yang pedas plus cabai rawit yang menggemaskan.
Kalau sedang kurang sehat plus mood kurang oke, cobalah persegar dengan seporsi mi Aceh siang ini. Pilih saja salah satu resto yang ada di bawah ini!
Banda Aceh
Mie Razali
Jl T Panglima Polem
Peunayong
Banda Aceh
Mie Lala
JL Syiah Kuala
Banda Aceh
Jakarta
Rumah Makan Aceh Baru
Kelapa Gading Boulevard No 32
Jakarta Utara
Telpon: 021- 4501070
Rumah Makan Meutia
Jl. Bendungan Hilir Kav 36 A No.16
Jakarta Pusat
Telpon: 021-5736718

Ikan suwir yang garing gurih ini rasanya sungguh menantang. Gigitan cabai dan wanginya daun jeruk dan daun kari benar-benar menggelitik hidung!
Bahan:
500 g ikan tongkol kering (ikan kayu, keumamah)
100 g kentang
Bumbu:
200 ml minyak kelapa
5 lembar daun jeruk nipis
1 tangkai daun kari
25 g cabe hijau , biarkan utuh
Haluskan:
50 g asam sunti
25 g cabe merah
25 g cabe rawit
50 g bawang merah
2 siung bawang putih
1 kelingking ( 2 cm) kunyit
Garam secukupnya
Cara memasak:
* Ikan kayu disayat tipis-tipis, atau disuwir-suwir, lalu direndam dalam air panas sampai menjadi lunak kembali..
* Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai matang.
* Tambahkan minyak kelapa, masukkan ikan kayu.
* Masukkan kentang, kacang panjang, dan cabe hijau utuh. Tambahkan air bila diperlukan. Masak sampai mendidih.
* Bila kurang menyukai masakan yang berminyak, penggunaan minyak kelapa dapat dikurangi sebanyak mungkin – misalnya hanya 1 sendok makan untuk menumis bumbu – dan pemasakan dilakukan dengan air.
* Sajikan dengan nasi pulen panas.
Resep diperoleh dari:
Hj. Susarni
RM Fajar Jeumpa
Jl. Beo Indah 55
Sei Sikambing, Medan
Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
( dev / Odi )

Di saat udara panas berangin, ikan berkuah asam segar khas Aceh ini dijamin bisa menggugah selera makan. Menyantap kepala ikanpun bakal menambah keasyikan makan!
Bahan:
1 kepala ikan kapok (bisa juga ikan laut jenis lain, seperti ikan kakap, ikan kuwe, ikan manyung, dan lain-lain)
1 liter air
Bumbu:
50 g asam sunti (belimbing wuluh kering)
1 tangkai daun kari
2 buah belimbing wuluh
1 buah jeruk nipis
Haluskan:
25 g cabe rawit
100 g bawang merah
2 siung bawang putih
1 kelingking (2 cm) kunyit
Garam secukupnya
Lada putih secukupnya
Cara membuat:
* Kepala ikan dibelah dua, kemudian dicuci bersih. Lumuri dengan air jeruk nipis dan garam, biarkan beberapa saat di dalam lemari pendingin agar meresap..
* Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak sampai matang.
* Tambahkan 1 liter air, masukkan kepala ikan, daun kari, asam sunti, dan irisan belimbing wuluh.
* Masak sampai mendidih dan kepala ikan menjadi matang.
* Sajikan dengan nasi pulen panas.
Resep diperoleh dari:
Hj. Susarni
RM Fajar Jeumpa
Jl. Beo Indah 55
Sei Sikambing, Medan
Riset disponsori oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk.
( dev / Odi )

Negeri dengan predikat Serambi Mekkah ini punya sederet lokasi wisata yang bisa dibanggakan. pantai-pantai indah dan wisata religi menjadi domain utama wisata Aceh. Belum lagi Pulau Weh yang belum banyak di eksplorasi orang.
Ekses konflik lokal yang pernah membelit Aceh telah berangsur sirna. Terpaan tsunami tahun 2004 pun telah lama usai. Kini bepergian ke Aceh, sama amannya dengan daerah lainnya di Indonesia. Wisatawan bisa mulai menyisipkan agenda wisatanya ke Aceh yang belum banyak diketahui orang.
Beranjak ke ibukota Banda Aceh, ada masjid kebanggaan masyarakat Aceh, Masjid raya Baiturrahman. Pada saat tsunami menerpa, masjid ini setempat terendah hingga 3 meter, namun tidak ada kerusakan yang berarti. Pantai Kota Banda Aceh juga menyajikan daya tarik tersendiri.
Masuk ke tengah Aceh, ada Danau Laut Tawar. tak jauh dari situ ada juga Taman Nasional Gunung Leuser yang menjadi tempat bermukim gajah dan harimau sumatera yang kian langka. Ada juga Benteng Indrapatra yang dibangun oleh kerajaan Lamuri, di abad ke -7, sebelum era kerajaan Islam di Aceh datang.
Satu lagi lokasi yang cukup menjanjikan adalah Pulau Weh. Pulau yang terletak di penghujung Sumatera ini memiliki pemandangan pantai yang indah dan koral-koral tepi pantai yang jernih. Bayangkan jika Anda berdiri di titik terluar Indonesia? menarik bukan?













